Tentang Satu Hal

“Bagaimana rasanya jika telah melakukan banyak hal tetapi luput dari mengerjakan hal paling penting?”

“Atau, bagaimana bila telah: mengetahui banyak hal tetapi lalai dari mengetahui hal paling berharga?”

“Seakan banyaknya tenaga dan pengetahuan itu tidak berguna sama sekali. Lalu pupus berganti dengan penyesalan.”

Tiga penggalan kalimat itu cuma bisa berdenging membingungkan seharian itu. Saya bukan orang yang punya banyak cadangan rasa antusiasme. Tapi kali itu, kalimat-kalimat itu berhasil membuat saya terpaksa berpikir keras.

Ah, gila. Saya pikir, dimulai darimana?